Berita Terkini
Warga Liliyali Serbu Lokasi Pengusuran Lahan Sagu | Warga Liliyali Serbu Lokasi Pengusuran Lahan Sagu |
|
|
| Rabu, 24 September 2008 | |
|
AMBON- Sekitar seratusan warga petuanan Liliyali, Rabu (24/9), sekitar pukul 11.00. WIT, siang tadi, menyerbu lokasi pengusuran lahan sagu, di dataran Sanleko, Kecamatan Wayapo, Kabupaten Buru. Wartawan KBO Maluku di Buru, melaporkan, warga memaksa para pekerja pengusuran lahan yang dikawal ketat dua anggota kepolisian dari Polres Buru, agar segera dihentikan pekerjaannya. Warga juga melepas papan-papan kayu dari dua kamp logistik perusahaan yang menangani proyek pengusuran di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Buru. Papan-papan tersebut oleh warga lalu digunakan untuk memalang jalan menuju lokasi proyek. Meski begitu aksi yang berlangsung selama dua jam berjalan tanpa perlawanan pihak perusahaan dalam hal ini para pekerja proyek. Bahkan, dua anggota polisi yang dibayar untuk mengawal lokasi proyek tak dapat berbuat banyak menghadapi sekitar seratusan warga yang terdiri dari kaum Hawa dan Adam ini. “Selama tidak ada penyelesaian hak-hak petuanan Liliyali maka dilarang melanjutkan pekerjaan pengusuran,” serga warga kepada pekerja proyek. Menurut warga, bila tak ada penyelesaian hak-hak petuanan Liliyali yang telah dirampas paksa dengan cara mengusur ratusan hektar hutan sagu maka selesai Idul Fitri, mereka akan mengerahkan massa dalam jumlah besar. Ancaman ini disampaikan mereka menyusul tidak ada itikad baik Bupati Buru Drs Husnie Hentihu. “Pak Husni hanya bisa ditekan dengan cara-cara demikian. Karena cara persuasif yang telah kita lakukan diabaikan begitu saja. Jadi jangan salahkan kami,” ungkap warga. Sebagaimana diketahui sebalumnya proyek pencetakan sawah di Unit 17 di dataran Wayapo, Kecamatan Wayapo juga bermasalah. Masyarakat adat di dataran Wayapo dari Soa Nurlatu pemelik lahan sempat mencari para pekerja dengan menggunakan parang dan tombak. Untung saja, ketika itu para pekerja sudah meninggalkan lokasi proyek. Guna melampiaskan kemarahan mereka akhirnya kamp proyek dibakar massa. (ongkie)
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Penegakan Hukum Ala Polres Ambon Di tengah Markas Besar (Mabes) Polri, berkampanye menyangkut pentingnya pelayanan masyarakat yang harus dilakukan “korps baju coklat” ini, berikut pemberantasan premanisme yang meresahkan warga dipelbagai... selengkapnya... |
| Pria Amerika hamil lagi selengkapnya... |
