Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Berita Terkini arrow Warga Liliyali Serbu Lokasi Pengusuran Lahan Sagu
Warga Liliyali Serbu Lokasi Pengusuran Lahan Sagu Cetak E-mail
Rabu, 24 September 2008

AMBON- Sekitar seratusan warga petuanan Liliyali, Rabu (24/9), sekitar pukul 11.00. WIT, siang tadi, menyerbu lokasi pengusuran lahan sagu, di dataran Sanleko, Kecamatan Wayapo, Kabupaten Buru.

Wartawan KBO Maluku di Buru, melaporkan, warga memaksa para pekerja pengusuran lahan yang dikawal ketat dua anggota kepolisian dari Polres Buru, agar segera dihentikan pekerjaannya. Warga juga melepas papan-papan kayu dari  dua kamp logistik perusahaan yang menangani proyek pengusuran di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Buru.  

Papan-papan tersebut oleh warga lalu digunakan untuk memalang jalan menuju lokasi proyek. Meski begitu aksi yang berlangsung selama dua jam berjalan tanpa perlawanan  pihak perusahaan dalam hal ini para pekerja proyek. 

Bahkan, dua anggota polisi yang dibayar untuk mengawal lokasi proyek tak dapat berbuat banyak menghadapi sekitar seratusan warga yang terdiri dari kaum Hawa dan Adam ini. “Selama tidak ada penyelesaian hak-hak petuanan Liliyali maka dilarang melanjutkan pekerjaan pengusuran,” serga warga kepada pekerja proyek.

Menurut warga, bila tak ada penyelesaian hak-hak petuanan Liliyali yang telah dirampas paksa dengan cara mengusur ratusan hektar hutan sagu  maka selesai Idul Fitri, mereka akan mengerahkan massa dalam jumlah besar.

Ancaman ini disampaikan mereka menyusul tidak ada itikad baik Bupati Buru Drs Husnie Hentihu. “Pak Husni hanya bisa ditekan dengan cara-cara demikian. Karena cara persuasif yang telah kita lakukan diabaikan begitu saja. Jadi jangan salahkan kami,” ungkap warga.

Sebagaimana diketahui sebalumnya proyek pencetakan sawah di Unit 17 di dataran Wayapo, Kecamatan Wayapo juga bermasalah. Masyarakat adat di dataran Wayapo dari Soa Nurlatu pemelik lahan sempat mencari para pekerja dengan menggunakan parang dan tombak.

Untung saja, ketika itu para pekerja sudah meninggalkan lokasi proyek. Guna melampiaskan kemarahan mereka akhirnya kamp proyek dibakar massa. (ongkie)

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >