Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Laporan Khusus arrow AS selidiki lagi serangan udara
AS selidiki lagi serangan udara Cetak E-mail
Senin, 08 September 2008
Image

Tentara Amerika Serikat di Afghanistan menyelidiki kembali serangan udara kontroversial yang dilaporkan menewaskan banyak penduduk sipil.

Militer AS mengatakan terdapat informasi baru tentang serangan terhadap Taliban di provinsi Herat di barat.

Pihak Amerika sebelumnya membantah klaim yang disampaikan penduduk setempat bahwa sebanyak 90 penduduk sipil terbunuh dalam serangan itu.

Penyelidikan itu diumumkan di saat kelompok Human Rights Watch (HRW), memperingatkan bahwa serangan-serangan semacam itu dapat mengurangi dukungan bagi Afghanistan, NATO dan pasukan AS.

Kelompok hak azazi manusia yang berkantor di New York itu mengatakan kematian penduduk sipil akibat serangan udara pasukan koalisi internasional naik sampai tiga kali lipat antara tahun 2006 dan 2007.

HRW mengatakan mengandalkan pasukan di darat dalam jumlah kecil dan pasukan udara dalam jumlah besar menyebabkan "kesalahan" yang "secara dramatis mengurangi" dukungan bagi pemerintah Afghanistan dan pasukan internasional.

"Kematian penduduk sipil akibat gempuran udara berfungsi sebagai alat perekrut bagi Taliban dan beresiko mengancam upaya internasional untuk memberi keamanan dasar bagi rakyat Afghanistan," kata Brad Adams, direktur Human Rights Watch untuk Asia, dalam pernyataannya.

Makam-makam baru

Laporan itu disampaikan dua minggu setelah serangan udara darat oleh pasukan pimpinan Amerika terhadap desa Azizabad di Shindand, Herat.

Amerika Serikat mengatakan tujuh penduduk sipil terbunuh dalam operasi yang dikatan berhasil untuk melumpuhkan seorang komandan Taliban.

Namun rekaman video yang diambil dari telepon genggam diduga memperlihatkan puluhan jenazah memperkuat klaim warga setempat bahwa sekitar 90 penduduk sipil terbunuh dalam serangan tersebut.

Video itu diduga memperlihatkan puluhan jenazah - banyak diantaranya adalah wanita dan anak-anak - diletakkan di sebuah masjid di desa itu.

Pemerintah Afghanistan dan PBB sudah melakukan penyelidikan sendiri atas serangan tersebut.(BBC)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >