Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Laporan Khusus arrow Rusia Pertahankan Pasukan
Rusia Pertahankan Pasukan Cetak E-mail
Minggu, 24 Agustus 2008
Image

Rusia membela rencana-rencana untuk mempertahankan pasukannya di kota pelabuhan Poti, di Georgia, dengan mengatakan hal itu tidak melanggar perjanjian damai yang ditengahi Prancis.

Amerika Serikat, Prancis dan Inggris mengatakan Rusia tidak memenuhi janjinya dengan mendirikan zona penyangga di sekitar kawasan Ossetia Selatan dan Abkhazia yang memisahkan diri dari Georgia.

Jenderal senior Rusia Anatoly Nogovitsyn mengatakan pasukan tempat Rusia kini sudah meninggalkan Georgia dan hanya pasukan penjaga perdamaian yang masih ditugaskan.

Pasukan pemerintah Georgia dilaporkan merebut kendali jalan raya utama antara timur-barat dan penduduk dikatakan sudah kembali ke rumah masing-masing di kota Gori, kota terbesar yang dekat dengan perbatasan Ossetia Selatan.

Pada hari Sabtu, sekitar 1.000 penduduk Georgia menggelar unjuk rasa di luar Poti untuk menentang keberadaan Rusia di negara itu, kata laporan Associated Press. Juga ada laporan-laporan tentang pengunjuk rasa bergerak ke posisi-posisi Rusia di luar Gori.

Jenderal Nogovitsyn juga menuduh NATO memanfaatkan operasi bantuan kemanusian sebagai kedok untuk membina kekuatan angkatan laut di Laut Hitam.

Moskow berniat mempertahankan apa yang digambarkannya sebagai keberadaan pasukan penjaga perdamaian berjumlah 2.600 di "zona penyangga" di sekitar Abkhazia dan Ossetia Selatan.(BBC)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >