Laporan Khusus
Iran Tawarkan Perundingan Lagi | Iran Tawarkan Perundingan Lagi |
|
|
| Jumat, 11 Juli 2008 | |
Pemerintah Iran menawarkan untuk mengadakan perundingan baru mengenai program nuklirnya, menyusul serangkaian ujitembak rudal pekan ini.
Kantor berita resmi Iran melaporkan, kepala jururunding Iran, Saeed Jalili, akan bertemu utusan Uni Eropa Javier Solana pada 19 Juli di Jenewa, Swiss. Isi pernyataan pejabat Iran itu belum dikonfirmasikan oleh kantor Javier Solana, meski seorang jurubicara mengatakan, mereka sudah mencoba mengatur pertemuan. Wartawan BBC di ibukota Iran, Tehran, mengatakan, meski Iran tampak bersedia berunding, tidak jelas apakah pemerintah negara itu bersedia untuk melepaskan sebagian posisinya soal program nuklir. Wartawan kami mengatakan, ada perdebatan di Iran soal apakah negara itu sebaiknya setuju untuk membekukan program nuklirnya dengan imbalan sanksi baru dihentikan. Sebagian analis memandang, ujicoba peluru kendali, termasuk rudal jarak jauh Shahab-3, merupakan upaya kubu garis keras di Iran untuk mencegah kompromi. 'Tidak perlu' Dalam perkembangan lain, Mentri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan uji coba peluru kendali Iran baru-baru ini menunjukkan terbatasnya jangkauan senjata itu dan membuktikan bahwa rencana Amerika untuk membangun pertahanan peluru kendali, tidak perlu. Lavrov mengatakan, Moskow yakin atas apa yang ia sebut ancaman peluru kendali Iran itu hanya sebagai dalih untuk pertahanan peluru kendali yang sangat ditentang keras oleh Rusia. Komentar itu muncul tiga hari setelah Amerika Serikat menandatangani perjanjian dengan Republik Ceko yang mengijinkan Amerika membangun stasiun radar sebagai bagian dari sistem pertahanan peluru kendali.(BBC) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Korupsi Maluku dan Malu Kita Korupsi menjadi sebuah budaya memalukan yang tak lagi punya adab. Korupsi Maluku boleh dikatakan sebagai lahan empuk pejabat-pejabat berdasi. Langkah mereka seolah tak ada aral yang merintangi sehingga tindakannya... selengkapnya... |
| Bruni terpesona pada Sarkozy selengkapnya... |