Internasional
G8 Diimbau Atasi Krisis Dunia | G8 Diimbau Atasi Krisis Dunia |
|
|
| Senin, 07 Juli 2008 | |
Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak pertemuan puncak G8 agar menangani "tantangan saling terkait" pembangunan, perubahan iklim dan harga pangan.
Saat berbicara di pertemuan puncak negara industri maju Group of Eight (G8), Ban Ki-Moon mengatakan, harga bahan pangan yang tinggi "membalikkan catatan capaian pembangunan". Harga minyak yang melambung juga menjadi agenda pertemuan G8 di Hokkaido, Jepang. Banyak pemimpin Barat memanfaatkan pertemuan puncak ini untuk menyatakan keprihatinan mereka soal situasi di Zimbabwe. Pertemuan tiga hari ini digelar di kota tetirah Toyako, di Pulu Hokkaido, Jepang utara. Pada awal KTT, Ban mendesak para pemimpin G8 agar membantu mengatasi krisis pangan dengan memenuhi "semua keperluan mendesak, termasuk bantuan pangan dan benih, pupuk, dan masukan lain untuk daur perencanaan tahun ini". Ban mengatakan, negara-negara kaya telah berjanji memperbesar bantuan asing dan harus menyediakan dana untuk memenuhi komitmen mereka. Ban mengatakan kepada para wartawan bahwa kalangan pemerintah seyogyanya memenuhi investasi pertanian jangka panjang dan mencabut pembatasan ekspor "khususnya untuk tujuan-tujuan kemanusiaan". Sekjen PBB juga mendesak mereka agar berjuang ke arah kesepakatan baru mengenai perang melawan perubahan iklim, yang menurut dia, telah menimbulkan tantangan besar di Afrika. Para pemimpin negara-negara G8 - Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat, akan juga bertemu dengan dengan rekan mereka dari 15 negara lain, termasuk 8 kepala negara Afrika. Jepang mengerahkan sekitar 20.000 polisi untuk mengisolasi kota tepi danau Toyako untuk mengamankan pembicaraan tiga hari tersebut. Dampak kenaikan harga dan guncang lain seperti krisis pengetatan kredit pada ekonomi dunia menyisihkan kekhawatiran-kekhawatiran lain, kata para wartawan.(BBC) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Korupsi Maluku dan Malu Kita Korupsi menjadi sebuah budaya memalukan yang tak lagi punya adab. Korupsi Maluku boleh dikatakan sebagai lahan empuk pejabat-pejabat berdasi. Langkah mereka seolah tak ada aral yang merintangi sehingga tindakannya... selengkapnya... |
| Bruni terpesona pada Sarkozy selengkapnya... |