Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Laporan Khusus arrow Pemilu Presiden Di Zimbabwe Sepi
Pemilu Presiden Di Zimbabwe Sepi Cetak E-mail
Jumat, 27 Juni 2008
ImagePemungutan suara pemilihan presiden di Zimbabwe berlangsung lamban, dengan calon tunggal presiden saat ini Robert Mugabe. Pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai menarik diri dari pemilihan karena aksi-aksi kekerasan terhadap para pendukungnya.

Ia mengatakan kepada mereka bila mereka harus memberikan suara guna melindungi diri, mereka dipersilahkan memilih, tetapi menggambarkan hari pemilihan sebagai "kejadian memilukan" bagi Zimbabwe.

Uni Eropa menyebut pemilu putaran kedua ini sebagai "pemilu pura-pura" sedangkan Amerika Serikat dan Jerman mengatakan PBB akan mempertimbangkan sanksi untuk Zimbabwe.

Presiden Mugabe tidak mengindahkan seruan dari para pemimpin dunia untuk menunda pemilihan.

Para menteri luar negeri dari delapan negara industri G8 yang sedang bertemu di Jepang mengatakan mereka tidak bisa menerima keabsahan pemerintah Zimbabwe karena "tidak menggambarkan keinginan rakyat Zimbabwe."

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengatakan mereka akan berkonsultasi dengan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk melihat tindakan berikutnya yang bisa diambil.

Sebelumnya Mugabe menolak seruan agar pemilihan ditunda atau dibatalkan dan mengatakan partai Zanu-PF akan tetap menguasai negeri itu.

Wartawan BBC John Simpson yang berada di Zimbabwe, meski ada larangan bagi BBC untuk meliput di sana, mengatakan ia belum pernah melihat pemilihan dalam suasana begitu menakutkan.

Takut diserang

Rakyat, kata Simpson, sadar bila mereka tidak datang ke tempat pemungutan suara atau tidak memiliki bekas tinta di tangan, mereka kemungkinan akan mendapatkan serangan dari anggota milisi Zanu-PF.

Ia menambahkan bila seseorang berani memutuskan memilih Tsvangirai, yang masih terdaftar sebagai calon, maka identitas mereka akan diketahui dan mereka mungkin akan diserang.

Surat kabar pemerintah Herald mengatakan jumlah pemilih akan besar dalam pemilihan hari Jumat ini namun para wartawan Zimbabwe di Harare dan Bulawayo mengatakan kepada BBC pemungutan suara berlangsung lamban, tidak seperti pemilihan tahap pertama yang didatangi sejumlah besar pemilih.

Themba Nkosi di Bulawayo mengatakan hanya ada beberapa orang yang antri
di TPS distrik Cowdray Park yang padat penduduk.

Satu-satunya antrian tampak di daerah yang dihuni veteran perang pro-Mugabe.

Ia mengatakan bahwa aktivis dari Gerakan Perubahan Demokratis (MDC) telah memberitahu pendukung mereka di daerah pedesaan untuk memberikan suara bila merasa nyawa mereka terancam dan memilih Tsvangirai atau merusak kertas suara.

Tsvangirai mengutuk pemilihan ini sebagai "hari tragis dalam sejarah bangsa."

"Saudaraku warga Zimbabwe, kami tahu apa isi hati Anda. Kami tahu Anda menghendaki perubahan demokratis damai. Jangan korbankan nyawa Anda," kata Tsvangirai.

"Bila memungkinkan, jangan memberikan suara hari ini. Bilapun harus memilih Mugabe, karena nyawa Anda terancam, lakukanlah."(BBC)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >