Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Laporan Khusus arrow Jaminan Bagi Tsvangirai
Jaminan Bagi Tsvangirai Cetak E-mail
Selasa, 24 Juni 2008
ImagePemimpin oposisi Zimbabwe, Morgan Tsvangirai mengatakan dia akan meninggalkan kedutaan besar Belanda di Harare dalam 48 jam ke depan. Hal ini dia katakan ketika berbicara kepada radio Belanda dari dalam kedutaan, tempat dia meminta perlindungan pada Minggu malam setelah menarik diri dari pemilihan babak kedua, dengan alasan kekerasan yang semakin luas.

Tsvangirai mengatakan dutabesar Belanda sudah mendapat jaminan dari aparat berwenang Zimbabwe tentang keselamatannya.

Sementara itu, seorang pengamat pemilihan Afrika mengatakan kepada BBC bahwa penyiksaan "terjadi rutin" di Zimbabwe.

Wartawan BBC di Afrika wilayah selatan, Peter Biles, mengatakan pemantau pemilihan berbicara kepada para pendukung oposisi di rumah sakit dan menemukan "semua orang sangat ketakutan".

'Cengeng'

Editor BBC untuk masalah dunia, John Simpson, yang berada di Harare, mengatakan pihak-pihak yang mengecam pemimpin Gerakan Perubahan Demokratis (MDC) mengeritik Tsvangirai karena meminta perlindungan di kedutaan negara Eropa, bukan Afrika.

Dia mengatakan tidak banyak orang di Zimbabwe yang mengetahui bahwa Tsvangirai sudah mundur dari pemilihan, karena media pemerintah sangat jarang memberitakan Tsvangirai.

Wartawan kami menambahkan Mugabe hampir pasti akan menang telak, padahal tiga bulan sebelumnya dia tampaknya terancam kalah.

Komisaris Kepolisian Zimbabwe, Augustine Chihuri, menyebut keputusan Tsvangirai untuk berlindung di kedutaan Belanda sengaja diambil untuk memicu kemarahan internasional.(BBC)

Dia mengatakan Tsvangirai, yang sempat ditahan dalam lima kesempatan terpisah selama masa kampanye pemilihan, berusaha mengacaukan pemilihan presiden.

Sementara itu, dutabesar Zimbabwe untuk PBB Boniface Chidyausiku mengatakan kepada BBC: "Kami tidak pernah mencegahnya [Tsvangirai] berkampanye."

"Dia cengeng... Dia bebas pergi ke mana saja."

Chidyausiku mengatakan pemilihan presiden lanjutan pada hari Jumat akan berjalan meski pada hari Senin Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan bulat bahwa pemilihan yang bebas dan adil "tidak mungkin terjadi".

Pernyataan yang disusun Inggris itu diperlunak dari rancangan kecaman sebelumnya namun untuk pertama kalinya Afrika Selatan, Rusia dan Cina setuju untuk mengecam pemerintah Robert Mugabe.

Kecaman Dewan Keamanan PBB itu mengatakan kampanye "menyebabkan pembunuhan beberapa pegiat oposisi dan warga Zimbabwe lainnya, dan pemukulan serta pengusiran ribuan orang, termasuk wanita dan anak-anak."

"Dewan Keamanan menyesali kampanye kekerasan itu dan larangan terhadap oposisi membuat pemilihan yang bebas dan adil tidak mungkin terjadi pada 27 Juni."

Sebelumnya pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Zimbabwe untuk menunda pemilihan presiden babak kedua.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >