Laporan Khusus
Aborijin ancam tutup Uluru | Aborijin ancam tutup Uluru |
|
|
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
Para pemimpin aborijin mengancam akan melarang turis mengunjungi salah satu pusat kunjungan memprotes kebijakan rasis pemerintah.
Peringatan atas Uluru ini muncul setahun sejak polisi dan tentara dikirim ke pusat penampungan penduduk asli guna menangkal tingginya pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Larangan mengkonsumsi alkohol dan bahan-bahan pornografi diberlakukan termasuk pengawasan ketat bagaimana tunjangan sosial akan dibayarkan. Namun Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan dia tetap mendukung inisiatif tersebut. Dalam pidatonya di depan peserta konprensi Partai Buruh Australia di Queensland, Rudd mengatakan bahwa prioritas pemerintah adalah meningkatkan kehidupan penduduk asli. "Kemajuan telah dicapai dalam 12 bulan terakhir namun masih banyak yang harus dilakukan untuk memperkecil kesenjangan angka harapan hidup penduduk asli." kata Rudd. John Howard Program yang disebut sebagai "intervensi" di negara bagian Northern Territory ini dimulai oleh pemerintahan konservatif pimpinan Perdana Menteri John Howard. Berbagai rintangan yang mereka hadapi membuat angka harapan hidup penduduk aborijin 17 tahun lebih rendah dibandingkan penduduk Australia lainnya. Sebagai tanggapan atas laporan merebaknya pelanggaran anak-anak, tentara, polisi dan petugas kesehatan dikirim ke lebih dari 70 komunitas penduduk asli. Namun 12 bulan setelah program intervensi itu dijalankan, para pemimpin suku dari Australia Tengah mengancam akan melarang turis mendatangi Uluru, yang juga dikenal dengan nama Ayers Rock. Vince Forrester, seorang tetua dari suku Mutitjulu yang menjadi pemilik tradisional Uluru, mengatakan dalam kampanye di Sydney bahwa program pemerintah ini sudah mendatangkan bencana. Dia mengatakan warga aborijin sekarang digambarkan sebagai orang yang suka mabok-mabokan dan kerap memukuli wanita dan anak-anak. "Kita harus mengambil tindakan tegas guna menghentikan peraturan yang rasis ini." "Kita akan melemparkan batu besar ke dalam industri pariwisata. Kita akan menutup tempat pendakian, dan tidak seorang pun yang akan bisa mendaki Uluru lagi." kata Forrester. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Penegakan Hukum Ala Polres Ambon Di tengah Markas Besar (Mabes) Polri, berkampanye menyangkut pentingnya pelayanan masyarakat yang harus dilakukan “korps baju coklat” ini, berikut pemberantasan premanisme yang meresahkan warga dipelbagai... selengkapnya... |
| Pria Amerika hamil lagi selengkapnya... |
