Kantor Berita Online Maluku

Kamis, 08 Januari 2009
Home arrow Laporan Khusus arrow Pertemuan Puncak Irak-Iran
Pertemuan Puncak Irak-Iran Cetak E-mail
Minggu, 08 Juni 2008
ImageIrak tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran, seperti ditegaskan oleh Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, dalam kunjungannya ke Iran.

Dia menyampaikan hal tersebut usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, sebelum bertemu dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

"Kami tidak akan mengijinkan Irak menjadi landasan untuk merusak keamanan Iran dan tetangga-tetangg kami," kata Nuri al Maliki seperti dikutip media resmi Irak.

Peran Amerika di Irak menjadi salah satu agenda penting pertemuan pemimpin kedua negara, karena Teheran prihatin dengan traktat yang sedang dibahas mengenai masa depan militer AS di Irak.

Sementara itu pemerintah Irak menuduh Iran mendukung militan di Irak, yang juga akan dibicarakan kedua pemimpin, walau Teheran sudah berulang kali membantah tuduhan itu.

Bukti-bukti tentang milisi

Wartawan BBC di Teheran, John Leyne, mengatakan Iran tidak menutup-nutupi penentangan atas perundingan yang sedang berlangsung antara Irak dan AS, yang membahas keberadaan pasukan AS di Irak setelah mandat PBB habis akhir Tahun 2008.

Perundingan AS-Irak yang diharapkan mencapai kesepakatan akhir Juli ini menghadapi masalah sehubungan dengan isu kedaulatan Irak.

Irak juga diperkirakan akan mengangkat masalah tentang dugaan dukungan Iran atas kelompok militan Syiah di Irak.

Militan Syiah bertarung sengit dengan pasukan Amerika dan pasukan Irak sepanjang Maret hingga Mei, sampai pemerintah sempat memberlakukan jam malam di beberapa kawasan.

Wartawan BBC di Baghdad, Jim Muir, menyebut sumber-sumber pemerintah mengatakan aparat keamanan Irak yang ikut dalam delegasi Nuri al-Maliki akan memperlihatkan bukti-bukti tentang dukungan Iran atas militan Syiah.

Iran berulang kali membantah tuduhan itu namun Maliki diperkirakan akan kembali mendesak agar Teheran mendukung penuh pemerintah Baghdad.

Kunjungan Maliki ke Irak ini merupakan yang ketiga kalinya sejak ia berkuasa pertengahan Tahun 2005. (bbc)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >