Kantor Berita Online Maluku

Jumat, 09 Januari 2009
Home arrow Artikel Pilihan arrow Pemerintah Pakai FPI Untuk Alihkan Isu BBM
Pemerintah Pakai FPI Untuk Alihkan Isu BBM Cetak E-mail
Jumat, 06 Juni 2008
ImageGelombang protes atas penyerangan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terus berlangsung.
Namun, motif terhadap insiden itu mulai bergeser.

Ada yang menduga, aksi penyerangan sengaja di-setting pemerintah untuk mengalihkan isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Ini seperti aksi demonstrasi yang dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di depan Mapolda Jatim, Kamis (5/6).

Aksi itu merupakan gabungan dari beberapa organisasi berbagai aliran agama hingga pergerakan mahasiswa. Mulai GP Ansor, Banser, NU, PMII, hingga Ahmadiyah.

Dalam tuntutannya, FKUB tidak jauh berbeda dengan aksi lainya. Mereka mendesak polisi menuntaskan penyerangan itu dengan menindak aktivis FPI sesuai prosedur hukum. Mereka juga menyuarakan pembubaran organisasi yang dipimpin Habib Rizieq tersebut.

’’Tapi, kami mulai curiga. Apakah ini hanya merupakan cara untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap isu kenaikan BBM,’’ kata Imam Ghozali, salah seorang demonstran, seperti yang dikutip dari JPNN.

Sebab, beberapa kali pemerintah membuat kebijakan yang kurang populis. Kebijakan itu mengakibatkan gelombang protes di masyarakat. Namun, belum lama protes berlangsung, muncul isu lain yang bertujuan untuk mengalihkan masyarakat.

Aktivis FKUB menilai pemerintah menggunakan FPI untuk mengalihkan isu kenaikan sangat masuk akal. Sebab, hubungan pemerintah terkesan mesrah dengan FPI.

’’Sejak 1998, FPI tidak pernah tersentuh hukum. Padahal sudah banyak perbuatan anarkis dilakukan,’’ ucap Imam,

Para demonstran yang menggelar aksi tertahan masuk ke dalam Mapolda. Polisi lantas memperbolehkan perwakilan FKUB untuk menyampaikan tuntutannya kepada Direktur Intelkam Polda Jatim Kombespol Endang Sofyan.

’’Kami menduga selama ini, FPI ada bekingnya,’’ kata Rubaidi, juru bicara LSM Penegak Pancasila yang ikut masuk menyampaikan tuntutannya. (hta/RM)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
koran digital.gif





Kata Sandi hilang?