Kantor Berita Online Maluku

Selasa, 07 Oktober 2008
Home arrow Pilwalkot Tual arrow Pasangan Bakri - Rumthe Resmi Terdaftar Di KPUD Malra
Pasangan Bakri - Rumthe Resmi Terdaftar Di KPUD Malra Cetak E-mail
Senin, 02 Juni 2008
ImageTual - Drs. Syarif Bakri Asyathri dan Meki Rumthe membuat gebrakan yang mengejutkan masyarakat Kota Tual. Tepat pada pukul 23.45 WIT Minggu (1/6) kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Tual yang dijuluki masyarakat dengan istilah "BARU" (Bakri-Rumthe) resmi terdaftar di KPUD Maluku Tenggara (Malra) sebagai kandidat yang akan maju dalam Pillwalkot Tual Agustus 2008.


Peristiwa ini menjawab spekulasi bahwa pasangan BARU (Bakri - Rumthe) yang sempat dikabarkan tidak jadi maju dalam Pilwalkot Tual, dan sekaligus menghembuskan kegembiraan bagi mayoritas pendukung dan simpatisan di masyarakat.

Penyerahan berkas pendaftaram pasangan BARU diprakarsai Partai Merdeka Kota Tual yang diterima oleh anggota KPUD Malra, Jop Renjaan. Massa pendukung dan simpatisan
BARU juga hadir memberikan dukungan moral dan kemeriahan.

"Ini merupakan peristiwa yang sangat berarti bagi saya dan Rumthe serta para pendukung kami. Insya Allah momen ini menjadi pintu masuk untuk memulai langkah secara pasti ke depan, guna memenangkan aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya perubahan," ungkap Bakri kepada KBO Maluku.

Unik dan Berpuluang Menang

Kehadiran BARU (Bakri - Rumthe) dalam pentas Pilwalkot Tual merupakan fenomena menarik dan sekaligus unik. Pasalnya sejak kedua nama tersebut muncul dalam prosesi politik lokal, secara tanpa diduga telah memicu ekseptasi dan gairah dinamika politk di masyarakat.

BARU dinilai sebagai figur alternatif dalam menjawab kebuntuan dan kejenuhan krisis kepemimpinan yang selama bertahun-tahun menghantui pikiran dan perasaan masyarakat  Maluku Tenggara.

"Kami akan berjuang sebagai sebuah kekuatan baru yang berpijak pada arus kuat keinginan dan aspirasi masyarakat. Dan pendekatan politik kami dalam prosesi Pilwalkot ini tidak akan lepas dari perjuangan politik berbasis moral dan simpatik. Dengan demikian Pilwalkot diharapkan menjadi berkualitas serta dapat melahirkan kepemimpinan yang aspiratif," tegas Bakri.

Sebagai mana diketahui, kubu BARU merupakan kekuatan politik moral dan sangat diperhitungkan oleh berbagai kalangan. Selain memiliki instrumen politik yang sejuk dan alamia serta mengakar di masyarakat. Juga pada sisi lain, visi yang diusung kubu BARU
dirasakan terkait langsung dengan harapan dan kebutuhan aktual yang berkembang di masyarakat.

"Kami tidak akan bermain-main dengan isu dan janji-janji yang dapat membodohi apalagi berujung pada pengingkaran kepada masyarakat. Namun visi yang kami usung adalah terkait langsung dengan harapan masyarakat yang menghendaki adanya perubahan. Dan perubahan itu ibarat matahari yang akan menyinari semua sudut kehidupan masyarakat Tual. Sehingga tidak ada lagi kelompok maupun pribadi mana pun yang merasa berkuasa secara tidak adil dan semena-mena," ungkapnya.

Ia menghimbau sudah saatnya masyarakat Tual bangkit dan memperlihatkan kemampuannya secara cerdas dan mandiri dalam menggunakan hak politik mereka pada prosesi Pilwalkot nanti. Dengan demikian, perhelatan ini akan menjadi sejarah baru bagi lahirnya kemimpinan baru. (ical/obi).

 
 
koran digital.gif





Kata Sandi hilang?