Laporan Khusus
Sebuah Radio Dalam Perubahan Nepal | Sebuah Radio Dalam Perubahan Nepal |
|
|
| Sabtu, 31 Mei 2008 | |
![]() Kontituante Nepal dengan suara bulat memutuskan penghapusan monarki berusia dua setengah abad. Radio ternyata memegang peran penting dalam perubahan besar itu.Republik termuda dunia terbentuk. Tidak akan ada lagi apa yang disebut Kerajaan HimalayaNepal pun memasuki sejarah baru. Tetapi kalangan Maois yang menguasai Konstituante baru Nepal bukan satu-satunya aktor dalam perubahan besar itu. Salah satu aktor terpenting lain yang berperan tanpa disadari, adalah media radio. Radio terutama memainkan peran penting dalam membangun kesadaran politik rakyat Nepal yang kebanyakan miskin. Aktivis media Vinay Kumar Kasaju, mengungkapkan: "Rakyat merasa berhutang budi terhadap media, khususnya radio. Radio berperan besar dalam menciptakan Pemilihan Umum yang jujur" Media lain, cetak dan televisi tentu juga ambil bagian. Namun radio lebih bicara untuk kebayakan warga Nepal. Karena sebagian besar rakyat Nepal hidup di pedesaan, miskin, buta huruf, jauh dari jaringan listrik. Hanya sebagian kecil yang bersentuhan dengan koran atau televisi. Sementara radio, bermodalkan batere kecil, warga bisa mendengarkan dan meyimak perbagai kejadian, terlibat dalam diskusi, dan mengikuti perkembangan negerinya. Para politikus pun menyadari betapa besarnya jaringan radio yang menjangkau sebagian besar penduduk hingga di pelosok. Karenanya para politikus pun tak berani macam-macam untuk bermain curang dalam pemilu. Tatkala Pemilu dilangsungkan tahun lalu, terdapat sekitar 150 radio di Nepal, yang mendorong kesertaan rakyat untuk memilih secara bebas, dan menjadi semacam pengawas Pemilu. salah satunya adalah Radio Sagarmatha. Radio yang berlokasi di Patan, tak jauh dari ibu kota Kathmandu ini pada tahun 1997 merupakan yang pertama memperoleh izin sebagai radio komunitas dengan pemberitaan independen yang lalu disukai publik. Namun sukses tak diperoleh begitu saja. Karena pada saat itu pemberitaan oleh radio swasta dilarang. Pemimpin radio Sagarmatha, Ghama Raj Luitel mengenangkan saat-saat ketika mereka harus main akal-akalan untuk bisa menyiarkan berita. „Dalam bahasa Nepal ada istilah ‘haalchaal’. Artinya kegiatan, sesuatu yang merujuk pada kejadian sehari-hari. Kami gunakan kata itu sebagai nama program berita kami. Lalu pemerintah menegur kami, mengapa kami menyiarkan berita. Kami jawab, itu bukan berita. Melainkan sekadar cerita kegiatan segari-hari". Muslihatnya ternyata jitu. Pemerintah tidak bisa membredel radio mereka. Bukan kebetulan, Sagarmatha bukan radio swasta komersial. Melainkan radio komunitas yang dikelola lembaga masyarakat. Itulah pula yang memvbuat radio ini bergerak dengan gagasan untuk turut terlibat dalam proses perubahan sosial politik Nepal. Juga sekarang, setelah Kontituante terbentuk dan Nepal menjadi Republik termuda dunia. Ghama Raj Luitel : „Kali ini kontituante beranggotakan pula berbagai kalangan masyarakat marjinal. Begitu banyak golongan rakyat bawah yang terwakili. Ada perwakilan para tukang cukur, petani, kelompok perempuan, dan lain-lain. Namun sebagin besar masih belum tahu bagaimana memperjuangkan kepentingan mereka dalam suatu proses politik demokratis di Konstituante. Atau dalam membuat undang-undang baru. Jadi salah satu tugas kami sekarang adalah juga mendidik dan memberdayakan para anggota konstituante ini. Tugas yang berat dan berjangka panjang. Namun dalam jangka pendek, hari-hari ini, Ghama Raj Luitel memiliki tugas lain. Yang mungkin sedikit lebih mudah. Merayakan berdirinya Nepal sebagai republik. „Jadi kami akan menyiarkan berbagai macam acara. Baik di luar maupun di dalam studio. Pemerintah telah menetapkan hari libur selama tiga hari ini untuk merayakan sistem republik. Jadi rakyat turun ke jalan bersuka ria. Mereka bernyanyi dan menari untuk reuplik Nepal yang baru lahir. dan kami akan meliput seluruh acara itu. (GG/dw) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Penegakan Hukum Ala Polres Ambon Di tengah Markas Besar (Mabes) Polri, berkampanye menyangkut pentingnya pelayanan masyarakat yang harus dilakukan “korps baju coklat” ini, berikut pemberantasan premanisme yang meresahkan warga dipelbagai... selengkapnya... |
| Pria Amerika hamil lagi selengkapnya... |
