Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Berita Terkini arrow Isu Dana Pengungsi Maluku Bermuatan Politis
Isu Dana Pengungsi Maluku Bermuatan Politis Cetak E-mail
Kamis, 22 Mei 2008

Ambon - Sebagian kalangan menilai pemberitaan seputar dana pengungsi Maluku oleh sejumlah media lokal dan salah satu koran terkemuka di Jakarta, dalam beberapa bulan terakhir ini dirasakan cenderung tendensius dan bermuatan politis.

Bahkan secara tidak sadar, kontraversi dana pengungsi Maluku telah dijadikan isu yang lebih pada tujuan menyudutkan figur tertentu dalam proses menjelang Pilkada Maluku saat ini.

“Dana pengungsi Maluku itu seperti hantu. Tidak pernah ada jalan penyelesaiannya secara pasti, dan bahkan pada kesempatan tertentu berubah menjadi isu yang lebih pada tujuan menyudutkan figur terkait,” ungkap Mohammad Nur Divinubun.

Menurutnya, pihak-pihak yang menggulirkan persoalan dana pengungsi mestinya ditanggapi oleh pihak DPRD secara pasti dan serius. Sebab, kalau hanya pihak Gubernur Maluku yang selalu menjadi sasaran aksi dan pemberitaan dana pengungsi, maka hal itu tidak adil dan bijaksana.

“DPRD itu lebih tahu tentang adanya penyimpangan dan penyalahgunaan dana pengungsi. Mestinya mereka juga harus di demo dan dimintai pertanggungjawaban, bukan gubernur dan wakil gubernur saja,” jelas Nur.

Selain itu, ia menyarankan agar aksi-aksi dan pemeritaan soal dana pengungsi harus lebih dewasa dan proporsional agar masalah ini tidak keluar serta menyimpang dari permasalahan yang sesungguhnya.

Walaupun demikian, secara moral ia berpendapat sangat mendukung perjuangan untuk membongkar skandal penyalahgunaan dana pengungsi.

“Tindakan itu (demo) sangat tepat dan benar. Namun lebih bagus lagi kalau kasus ini disuarakan langsung ke pengadilan setempat agar segera diproses secara hukum. Sehingga masalah tersebut tidak dijadikan komuditas politik yang dapat merugikan pihak pengungsi itu sendiri,” jelas Nur yang juga mantan aktivis Al Wasliah Jakarta.

Secara khusus, terkait dengan pemberitaan sejumlah media lokal dan salah satu media besar di Jakarta yang gencar mempersoalkan dana pengungsi Maluku, menurutnya cenderung tendensius dan tidak adil.

“Saya agak merasa aneh dengan media lokal dan khususnya salah satu koran terkemuka di Jakarta, rajin memberitakan masalah dana pengungsi secara besar-besaran. Mengapa kasus-kasus penebangan hutan, pencurian ikan dan eksploitasi terselubung  potensi minyak di Pulau Seram yang telah bertakibat merugikan masyarakat Maluku secara serius tidak diberitakan?” ungkap Nur. (feko/obi)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >