Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Laporan Khusus arrow Rezim Militer Birma Bertindak 'Tidak Manusiawi'
Rezim Militer Birma Bertindak 'Tidak Manusiawi' Cetak E-mail
Sabtu, 17 Mei 2008

ImagePerdana Menteri Inggris Gordon Brown menuding rezim militer Birma menelantarkan warganya dengan tidak memperkenankan bantuan internasional mencapai para korban topan Nargis. Brown mengatakan kepada BBC bahwa bencana alam telah berubah menjadi "bencana buatan manusia" akibat kelalaian para jenderal yang berkuasa. Kutukan semakin kuat terhadap tanggapan Birma atas badai 2 Mei, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 78,000 orang.

Perancis mengatakan, Birma berada di ambang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Perancis dan Amerika Serikat menempatkan kapal yang mengangkut kiriman bantuan dalam jumlah besar. Kapal-kapal mereka menunggu di lepas pantai Birma, namun hingga saat ini pemerintah negara itu menolak mengizinkan bantuan langsung masuk lewat laut ke kawasan-kawasan yang mengalami dampak paling parah.

Sebanyak 56,000 warga dilaporkan hilang, kata angka resmi terbaru, dan itu dua kali lipat dari taksiran sebelumnya.

'Dihakimi dunia'

Dalam wawancara untuk BBC World Service, PM Brown mengatakan, junta militer Birma akan dihakimi dunia dan bangsa mereka sendiri karena menghalangi bantuan yang ditawarkan negara lain.

"Ini tidak manusiawi. Kita menghadapi situasi yang tidak bisa dibiarkan, yang timbul akibat bencana alam," kata Brown.


 Tanggungjawab berada di tangan rezim Birma, dan mereka harus dimintai pertanggungjawaban
 
Gordon Brown
PM Inggris

"Bencana itu diubah menjadi bencana buatan manusia akibat keteledoran, penelantaran dan perlakuan tidak manusiawi terhadap bangsa Birma oleh rezim yang lalai bertindak dan tidak memperbolehkan komunitas internasional melakukan hal yang ingin dilakukannya," tambah PM Inggris.

"Tanggungjawab berada di tangan rezim Birma, dan mereka harus dimintai pertanggungjawaban," katanya.

Badan-badan bantuan juga telah patah arang akibat kelambatan penyampaian bantuan ke kawasan yang merasakan dampak paling parah. Banyak korban selamat masih tidak memiliki makanan, air dan tempat berteduh. Pekerja bantuan yang telah berada di dalam Birma dihalangi memasuki kawasan tertentu.

Namun, pihak berwenang Birma telah mengizinkan PBB dan beberapa badan lain menyerahkan bantuan secara langsung.

Satu tim personel medis India juga diizinkan terbang ke Rangoon hari Sabtu, dengan membawa pasokan medis.

Saat ditanya apakah dia berpendapat tiba saatnya untuk menjatuhkan bantuan dari pesawat, Brown mengatakan, cara itu tetap merupakan pilihan.

"Kami tidak mengesampingkan apa pun dan alasan kami tidak mengesampingkan apa pun adalah kami menghendaki bantuan langsung sampai ke warga," tambah Brown.

Namun, dia mengatakan, lembaga-lembaga bantuan memberikan rekomendasi bahwa langka paling efektif adalah memberikan tekanan internasional kepada Birma untuk memaksa negara itu menerima bantuan asing.

Selain menelan puluhan ribu korban jiwa, Topan Nargis juga mendatangkan air laut ke hamparan sawah dan menghancurkan tanaman yang vital bagi warga Birma.(bbc)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >