| Misteri Seputar Minyak Mentah Maluku |
|
|
| Kamis, 15 Mei 2008 | |
|
Tidak banyak yang diketahui publik seputar eksploitasi minyak mentah di Blok Bula dan Blok Non Bula, Pulau Seram Maluku. Daerah penghasil minyak mentah yang berlansung sejak tahun 60-an ini, secara signifikan meyumbang bagi kepentingan produksi nasional. Minyak mentah dari kubangan laut Maluku telah dileburkan dalam angka produksi nasional secara tidak transparan. Artinya, Kalau total produksi minyak mentah nasional hampir sejuta barel per hari, lantas berapa ribu barel produksi yang diambil dari bumi Maluku…? Ketidakjelasan nilai dan jumlah produksi emas hitam yang merupakan anugrah dari Tuhan kepada Rakyat Maluku tersebut, menyebabkan kekayaan alam Maluku lagi-lagi menjadi sebatas mitos. Dikatakan ada namun hasil dan kemanfaatannya tak dirasakan langsung oleh rakyat Maluku. Fakta ini tak berbeda dengan sumber kekayaan laut dan perikanan Maluku yang berlimpah ruah, namun hasilnya tetap saja menyisihkan kemiskinan sistemik bagi rakyat Maluku. Belum lama ini, BP Migas dan Departemen ESDAM di Jakarta secara sepihak mengklaim bahwa produksi minyak mentah di sejumlah lokasi di Maluku mengalami penuruan yang memprihatinkan. Dari total produksi sekitar 21 ribu barel per hari turun menjadi 6 ribu hingga 7 ribu barel per hari. Artinya, jika patokan harga minyak mentah di Maluku disesuaikan dengan harga minyak mentah internsional per 100 Dolar Amerika. Maka, jelas nilai produksi minyak mentah di Maluku yang sebelumnya berkisar pada 21 miliar per hari, turun menjadi 6 miliar hingga 7 miliar per hari. Selain itu, penurunan drastis produksi tersebut, jika diamati secara serius, dipastikan sangat tidak beralasan dan sulit diterima oleh akal sehat kita. Mengingat, pendekatan atau indikator dasar sebagai penyebab penurunan produksi minyak mentah di Maluku, tidak dijelaskan kepada publik secara terbuka dan bertanggung-jawab. Dan lebih menyesatkan lagi, data seputar jumlah cadagan minyak yang ada di bumi Maluku tak pernah terungkap jelas diruang publik. Padahal, sudah lebih dari seratus tahun minyak di Maluku telah disedot silih berganti oleh pihak perusahan asing. Problem sumber daya Migas di Maluku adalah persoalan serius dan dibutuhkan adanya solusi yang konkret. Jika hal ini diabaikan begitu saja, maka nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan kepada rakyat Maluku akan selamanya menjadi raib dan sekedar mitos belaka. Diyakini ada, namun secara fakta tak pernah dirasakan langsung manfaatnya bagi rakyat Maluku. (Faizal Assegaf). |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Penegakan Hukum Ala Polres Ambon Di tengah Markas Besar (Mabes) Polri, berkampanye menyangkut pentingnya pelayanan masyarakat yang harus dilakukan “korps baju coklat” ini, berikut pemberantasan premanisme yang meresahkan warga dipelbagai... selengkapnya... |
| Pria Amerika hamil lagi selengkapnya... |
