Kantor Berita Online Maluku

Rabu, 03 Desember 2008
Home arrow Artikel Pilihan arrow Lutfi Bugis, Andalkan Ramuan Maluku & Tongkat Ali
Lutfi Bugis, Andalkan Ramuan Maluku & Tongkat Ali Cetak E-mail
Senin, 14 Januari 2008
Mengamati daftar buku pasien, penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan kanker adalah yang paling sering dijumpai di ruang praktiknya. Kata Lutfi, tak sedikit pasien yang datang berobat kepadanya sudah ditolak oleh rumah sakit karena secara medis sudah tidak ada harapan untuk sembuh.
Mengingat dirinya bukan dokter, ia tidak menggunakan pengobatan medis di “ruang praktiknya”. Pria kelahiran Tual, Maluku Tenggara ini menggunakan ramuan asli Maluku dalam pengobatannya.

Tiga Tahap Pengobatan
Kepada seluruh pasien, pertama kali datang Lutfi selalu melakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab penyakitnya. Ia melakukan gabungan metode, yaitu memeriksa nadi (yang lazim dilakukan dalam metode pengobatan tradisional Cina) dan mengukur tekanan darah pasien menggunakan alat ukur tensi (yang lazim dipakai dalam metode pengobatan medis Barat).

Kedua, jika penyebab penyakit telah diketahui, pasien kemudian diberi terapi fisik. Terapinya adalah pemijatan di daerah tungkai (letaknya di atas mata kaki) serta antara paha dan lutut. Cara ini dimaksudkan agar gelombang darah pasien menjadi lebih baik.

Tahap ketiga adalah memberikan pemanasan kepada pasien dengan obat bakar. “Ibaratnya seperti memanggang ikan,” begitu ia mengumpamakan proses pengobatannya.
Obat bakar yang dimaksud terdiri dari 8 jenis bahan ramuan, terdiri dari rempah-rempah khas Maluku dan tanaman obat lainnya. Semua bahan dipanaskan dalam bara api, setelah dianggap cukup diletakkan di atas tempat tidur, dan selanjutnya pasien tidur di atas obat yang telah dibakar tersebut.

Sayangnya Lutfi enggan menyebutkan keseluruhan nama ramuan bakarnya. Namun, dapat dipastikan bahwa cengkih dan pala merupakan dua di antara delapan jenis bahan yang dipakainya. Dua jenis bahan tersebut merupakan rempah asli Maluku yang mengandung panas.

“Cara terakhir ini dimaksudkan untuk merangsang dan melemaskan saraf-saraf yang kaku. Nah, setelah ketiga tahapan itu dijalankan, Insya Allah gangguan stroke atau penyakit lainnya dapat diatasi dan bisa ke posisi semula,” tuturnya yakin.

Tujuh Hari Pertama
Khusus untuk pasien stroke, Lutfi menganjurkan mereka menjalani terapi selama tujuh hari berturut-turut. Bila pasien tak sanggup berjalan atau rumahnya sangat jauh, ia menyediakan penginapan di rumahnya. Semua itu dilakukannya demi memberikan “hasil sempurna” bagi kesembuhan pasien.

Setelah itu pasien akan diberi ramuan untuk diminum di rumah. Rata-rata ada tiga jenis ramuan yang dibawa pulang dan diminum secara rutin pagi dan malam di rumah. ”Bila telaten, pasien stroke biasanya cukup menjalani terapi selama 45 hari,” katanya yakin.

Pengalaman berobat dengan Lutfi dialami Yunus, warga Bandung yang didera gangguan kanker prostat. “Menurut dokter, saluran kemih saya tertutup oleh lemak. Saya disarankan untuk dioperasi. Beruntung saya bertemu Lutfi. Setelah terapi dan mengonsumsi ramuannya, saya tidak jadi operasi,” cerita Yunus.

Pasien lainnya adalah Sukri, yang mengalami komplikasi penyakit hipertensi dan hepatitis A, serta paru-paru basah. “Tekanan darah saya waktu itu 190/124. Tensi tinggi itu yang membuat saya stroke. Selain itu, kalau tidur sering mengeluarkan suara nyaring,” papar Sukri.
Setelah seminggu berobat pada Lutfi, kondisi tubuhnya sudah lumayan membaik, “Meskipun belum bisa dikatakan normal seratus persen, yang pasti tekanan darah saya sudah normal, sekitar 120/100,” tambahnya lega.

Tongkat Ali
Untuk pasien stroke, Lutfi selalu memberi obat yang dia istilahkan obat cleansing darah atau detoksifikasi darah. Obat berupa seduhan ramuan tanaman obat itu berwarna mirip air teh.

Ramuan tersebut terdiri dari enam jenis tanaman obat yang banyak mengandung zat-zat penyembuhan, sebut saja zat xeronine, flavanoid, alkaloid, damnacanthal (zat antikanker). Xeronine sendiri dalam berbagai literatur disebutkan sebagai salah satu zat penting yang mengatur fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.

Ia meyakini, zat-zat itulah yang mempu menggelontorkan lemak-lemak dalam pembuluh darah. Dua tanaman obat yang dipakainya adalah akar serta buah mengkudu dan tongkat ali.

Secara khusus tentang tongkat ali, Lutfi menyebutkan penelitian The Forest Research Institute Malaysia (FRIM) bekerja sama dengan The Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat. Dalam riset tersebut ditemukan bahwa selain bersifat afrodisiak (peningkat libido), juga dapat meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki performa fisik dan mental, meningkatkan kadar energi, daya tahan tubuh, mengurangi kelelahan mental dan keletihan, menguatkan kulit dan otot, dan memperbaiki sistem imun.

Membayar Separuh
Lalu, berapa biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk memetik manfaat dari jasanya? Menurutnya, ia tak mengomersialkan praktik pengobatannya. “Dalam setiap praktik pengobatan, saya menerapkan sistem subsidi silang untuk biaya paket ramuan. Pasien ekonomi lemah cukup membayar separuhnya saja,” jawabnya tanpa mau menyebut harga per paket pengobatan.
Mau coba
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
koran digital.gif





Kata Sandi hilang?